Rabu, 05 November 2014

Definisi Enterprise Resource Planning (ERP)



Definisi Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP adalah  paket software yang melibatkan banyak modul software yang  berkembang terutama dari sisitem tradisional Manufacturing Resource Planning  (MRP II). Tujuan dari ERP adalah untuk mengintegrasikan proses-proses kunci organisasi seperti order entry, manufacturing, pembelian dan utang dagang, penggajian, dan sumber daya manusia. Dalam model system informasi tradisional tiap departemen atau fungsi mempunyai system komputer sendiri yang didesain untuk  mengoptimalkan kinerjanya tiap departeman dan fungsi. ERP menggabungkan semua ini menjadi satu system yang terintegrasi yang mengaskses satu database sehingga memungkinkan sharing informasi dan  meningkatkan komunikasi dalam perusahaan

Aplikasi Inti (core Application) dari ERP
Berdasarkan fungsinya, ERP dibagi menjadi 2 kelompok umum yaitu core applications and business analysis applications. Core applications adalah aplikasi yang mendukung oprasional aktivitas sehari-hari pada bisnis. Core application tidak terbatas pada penjualan dan distribusi, perencanaan bisnis, perencanaan produksi, pengendalian dasar perusahaan dan logistik. core application juga dapat disebut aplikasi Online transaction processing(OLTP). Aplikasi ini termasuk:
 Fungsi Penjualan dan distribusi· menangani order yang masuk dan menjadwal pengiriman, termasuk memeriksa ketersediaan produk untuk memastikan pengiriman yang tepat waktu dan memverifikasi batas kredit pelanggan.
 Perencanaan bisnis terdiri dari· perkiraan permintaan, perencanaan produksi  produk, dan detail arah informasi yang menjelaskan rangkaian dan tahapan dari proses yang sedang berlangsung. Perencanaan kapasitas dan perencanaan produksi bisa sangat kompleks,oleh karena itu beberapa ERP menyediakan alat simulasi untuk membantu manajer memutuskan bagaimana untuk menghindari kekurangan pada material, tenaga kerja, atau fasilitas-fasilitas pabrik.sekali master production schedule selesai, data masuk ke modul MRP ( Materials requirment planning), yang menyediakan tiga bagian kunci pada informasi: laporan pengecualian, daftar material yang dibutuhkan, daftar permintaan persediaan.
 Pengendalian dasar peusahaan menyangkut· jadwal produksi yang detail, pengiriman, dan kegiatan penetapan biaya pekerja dihubungkan dengan proses produksi aktual.
Aplikasi logistik bertanggung jawab· untuk meyakinkan pengiriman yang tepat waktu kepada pelanggan. sebagian besar ERP juga termasuk kegitan pengadaan dalam fungsi logistik.
1.2 Modul Utama ERP
Secara modular ERP terdiri dari modul utama yaitu modul Operasi dan modul-modul pendukung seperti Finansial dan Akuntansi Perusahaan dan Sumber Daya Manusia.
Modul Operasional
1. Sistem Proyek
2. Manajement Lingkungan
3. MAnajemen Material
4. Pengelolaan dan mnajemen materi
5. Manajemen kualiats
6. Eksekusi Logistik
7. Logistik Umum
8. Perencanaan perawatan
9. Layanan Pelanggan
10. Penjualan

Modul Finalcial
1. Akuntansi Umum
2. Akuntasi Keuangan
3. Manajemen Investasi
4. Pengontrolan perusahaan

Modul Sumber Daya Manusia
1.  Manajemen Karyawan
2.  Manajemen Jam Karyawan (presensi karyawan, jam kerja, lembur)
3.  Manajemen Event dan Pelatihan (agenda pelatihan karyawan)

4. Manajement Organisasi
5. Manajemen Travel
6. Penggajian

1.3 Kegunaan ERP
Untuk mengontrol aktivitas bisnis, mulai dari produksi, manajemen kualitas, manajemen persediaan, pengiriman, penjualan hingga sumber daya manusia. ERP juga sering dikatakan sebagai Back Office yaitu  perangkat lunak untuk membantu perkantoran dan membantu menja;lankan  berbagai aktivitas, sehingga pelangan dan publik  tidak secara langsung berinteraksi dengan sistem informasi ini. LAin halnya Front Office System yaoitu pelangggan secara langsung berinteraksi dengan system tersebut.

1.4 Keuntungan Penggunaan ERP


1. Mengintegrasikan keuangan, sehingga pada bagian TOP MANAGEMENT dapat mengetahui keadaan keuangan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dan mengontrol kinerja bagian keuangan pada perusahaan agar bekerja lebih baik. 
2. Standarisasi Proses Opersional, menstandarisasikan proses produksi dengan melihat dari hasil pengujian praktik terbaik yang didapat sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja, mengurangi hal-hal yang tidak efisien dan meningkatkan kualitas produk. 
3. Standarisasi Laporan, menstandarisasikan bentuk laporan, terutama bagi perusahaan yang besar yang memiliki unit bisnis yang beragam dengan jumlah dan jenis bisnis yang berbeda-beda, sehingga memudahkan mengerti dalam membaca laporan yang ada.

1.5 TAnda-tanda Gagalnya Penerapan ERP
- Kurangnya komitmen dari Top Manajement
- Kurangnya princian kebutuhan dari perusahaan
- Memilih model software yang terburu-buru
-Kurangnya SDM
-Kesalahan perhitungan waktu penerapan ERP
-Kurang komunikasi
-Saran penghematan yang menyesatkan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar